Cheng#Taufiq_Ads

Menu

about

Jumat, 24 Desember 2010

Perintahkan Dan Operasikan Komputer Anda Dengan Suara

Speech recognation adalah suatu program yang merupakan fasilitas dari windows operating system, yang terdapat didalam product terbaru dari windows, yaitu windows seven atau sering disebut juga windows 7.

Program ini berguna untuk mempercepat dan mempermudah pekerjaan manusia. Yaitu untuk menjalankan dan mengoperasikan computer dengan menggunakan signal gelombang suara. Atau dengan kata lain menggunakan perintah suara manusia. Jadi mekanisme kerja program ini merubah signal gelombang suara menjadi signal digital yang digunakan untuk memerintahkan computer untuk mengoperasikan sendiri. Program ini dapat menerima hanya dalam bahasa inggris. Maka dari itu, pengucapan atau pelafalannya harus benar dan sesuai. Sebab, jika kita salah atau kurang tepat dalam memberikan perintah, maka program tidak bekerja atau bahkan malah salah persepsi.

Dengan program ini kita dapat membuka program-program lain seperti windows explorer, browser, music dan movie player dan lainnya hanya dengan mengeluarkan perintah. Proram ini juga dapat menulis di microsoft word, word pad atau di tempat lainnya tanpa harus mengetik, tetapi tetap saja harus dalam bahasa inggris. Kalo mau bahasa Indonesia atau yang lainnya mendingan ngetik ajalah nanti bukannya memudahkan malah bikin susah aja. Nah, untuk dapat penggunakan program ini ikutilah beberapa syarat berikut :

1. Terdapat sebuah pc atau computer yang telah terinstal windows se7en nya.

2. Terdapat sebuah microphone. Silahkan dapat dipilih menggunakan microphone jenis apapun. Tapi yang jelas masih berfungsi dan tidak rusak.

3 Yang terakhir terdapat kemauan yang kuat, yaelahh, kalo ngakk mau mah gak usah baca artikel beginian.


Langkah-langkah untuk menjalankan program ini

  1. Pasang microphone ke computer (awas hati-hati!! Jangan salah masukinnya)
  2. Buka control panel >>

3. Pilih “ease of access”

4. Pilih “speech recognition”

5. Maka, akan keluar >>

Sebelumnya, periksa terlebih dahulu microphone yang anda gunakan dapat berfungsi atau tidak. Menggunakan set up microphone >> selanjutnya tinggal pilih-pilih dan next-next aja.

Silahkan dapat dipilih menggunakan microphone jenis apapun. Tapi yang jelas masih berfungsi dan tidak rusak.

Dan, untuk memeriksa apakah microphone ini berfungsi dengan baik, bisa dicoba untuk berbicara dengan suara yang jelas dan diarahkan kepada microphone tersebut. Pada saat kodisi seperti gambar beikut,..

Jika, terjadi perubahan dengan kolom garis yang dibawah atau yang kedua, berarti microphone tersebut telah berfungsi. Warna-warna di atasnya untuk memberi informasi seberapa keras suara yang dapat diterima.


6. Setelah microphone kita ketahui dapat dipergunakan, selanjutnya dapat kita coba program ini. silahkan klick start speech recognition seperti gambar dibawah ini,..


7. Terakhir, ikuti perintah selanjutnya. Dan jika perlu ikuti terlebih dahulu speech tutorialnya.


Semoga bermanfaat :D, dan Mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangannya.



Minggu, 05 Desember 2010

INOVASI TIADA BATAS


Jangan pernah bilang kalau perkembangan kreatifitas dan inovasi anak negeri di bidang teknologi informatika jauh ketinggalan dibanding sumber daya manusia dari negara lain, di hadapan para narasumber Kick Andy episode ini. Anda bisa saja langsung diseret ke tempat mereka dan dibuat bengong dengan sejumlah produk TI mutakhir hasil karya “kecanggihan” otak mereka.

Salah satu contohnya, empat remaja kelas tiga SMK Negeri I Surabaya ini. Irene Erlyn Wina Rachmawan, Putri Dyah Citra Nur Kumala Sari, Rara Indah Permatasari dan Mochamad Basofi Eko Nugroho. Siswa-siswi jurusan rekayasa perangkat lunak dan multimedia ini, sudah sangat jago aplikasi bahasa pemrograman berbasis Java. Untuk sekedar membuat game dan kamus digital untuk handphone, bukan sesuatu yang sulit bagi mereka. Bahkan mereka punya pengalaman unik dan dahsyat saat terpilih sebagai siswa program pertukaran antara Indonesia dengan Kamboja dan Vietnam tahun 2009 lalu. Di dua negara itu, mereka bukannya duduk sebagai siswa, namun justru berposisi sebagai pengajar, bagi para mahasiswa teknik elektro dan sains terapan di kampus teknik dua negara tersebut!

Sementara dari Universitas Bina Nusantara Jakarta, dua tim TI mahasiswa serta alumnus dari kampus ini juga sudah mampu “bersuara lantang” di kancah kompetisi teknologi informatika dan multimedia dunia. Yang lebih membuat salut lagi, teknologi kecerdasan ciptaan mereka, dibuat berdasarkan empati kepada para kalangan yang memiliki keterbatasan fisik. Eye-B Pod karya Stanley Audrey, Victor dan Josphine Klara misalnya. Perangkat lunak ini dibuat berdasarkan kepedulian mereka pada keinginan kaum tuna daksa, yang tak memiliki lengan namun tetap berhasrat tinggi pada komputer. Mereka bertiga membuat aplikasi pengganti mouse dan keyboard komputer, dengan mengandalkan gerakan bola mata serta kedipan!

Sementara produk MLM for the Blind, dari namanya saja pasti sudah ketahuan apa dasar pertimbangan penciptaan aplikasi ini. Yup, Erik Taurino Chandra, Rico Wijaya dan Yudhi merekayasa perangkat keras dan lunak sekaligus, untuk membuat para tuna netra memiliki alat pembaca buku digital portabel. Alat ciptaan mereka ini, mampu menerjemahkan tulisan elektronik atau artikel e-book ke dalam huruf Braille, dan enaknya bisa ditenteng-tenteng kemana saja oleh teman-teman tuna netra. Masalah keterbatasan bahan bacaan bagi para tuna netra, diatasi oleh kreatifitas dahsyat mereka bertiga.

Tak mau kalah dari para jago TI berfisik normal, Eko Ramaditya Adikara juga membuat kita berdecak kagum. Setelah mendemonstrasikan kecanggihan kinerja MLM for the Blind, Rama yang tak bisa melihat sejak lahir ini ternyata juga memperlihatkan hasil karyanya. Rama adalah tuna netra yang berprofesi sebagai seorang sound engineer digital, alias komposer musik digital yang harus menggunakan komputer juga. Prestasinya tak tanggung-tanggung. Ia berhasil menyisihkan ribuan sound engineer pada kompetisi pembuatan ilustrasi musik untuk game digital Super Mario Galaksi keluaran Nintendo serta sejumlah game online lain seperti Ragnarok dan Final Fantasy VII.

Sementara 2 narasumber lain asal Bandung, juga tak kalah inovatif. Tim TI mahasiswi ITB yang berjuluk Putri Petir misalnya, menciptakan game interaktif yang berbasis kepedulian pada pelestarian seni dan budaya tradisional Indonesia. Mereka berhasil membuat Tari Saman Digital, yang dibuat serupa dengan game Dance-Dance Revolution. Jika saja aplikasi ini sudah mampu diproduksi secara massal, tak pelak game tarian yang bernama keren Thousand Hand Revolution ini, merupakan salah satu gerakan memperkenalkan seni budaya asli Indonesia yang dilakukan secara efektif dan menyenangkan.

Narasumber satunya dari Bandung, adalah komunitas anak muda pecinta TI sekaligus asas Bhineka Tunggal Ika, ABIGDEV. Komunitas yang juga perusahaan pengembang game digital ini, telah memiliki 8 produk game digital yang tersebar dan dimainkan di situs-situs jejaring sosial secara online. Dua di antaranya adalah game bisa dipakai sebagai permaainan an sich sekaligus sebagai sarana pembelajaran dan pengenalan berbagai adat istiadat, seni budaya dan kekayaan tradisional warisan nenek moyang di berbagai suku dan daerah Indonesia. Angklung Heroes dan Nusa Challenge, adalah produk yang lahir didasari keprihatian Fajar Persada Supandi dan teman-temannya di ABIGDEV, terhadap isu klaim budaya Indonesia oleh Malaysia beberapa waktu lalu, serta langkanya game yang “berbicara” tentang kekayaan budaya Indonesia.

Dan narasumber berikutnya, adalah perusahaan pencipta ribuan perangkat lunak pembelajaran matematika dan sains terapan untuk kalangan pelajar SD, SMP dan SMA serta SMK. Pesona Edukasi, terbukti menjawab keraguan lemahnya kreatifitas dan inovasi teknologi informatika dan multimedia SDM Indonesia secara nyata. Siapa sangka, Pesona Edukasi telah mengekspor ribuan software pendidikan hingga ke 23 negara dunia? 3500 sekolah dalam negeri juga telah mengaplikasikan produk TI mereka dalam mata pelajaran matematika dan fisika. Dan berbagai penghargaan dari pemerintah negara-negara di 5 benua serta pengakuan PBB, telah mereka raih. Dan semua karya ciptaan ini, murni hasil kerja keras anak negeri.

Jadi, masih adakah yang meragukan kualitas “otak” bangsa Indonesia di bidang Teknologi Informatika dan Multimedia?
from: kick Andy's show